Prodi Tadris Matematika mengadakan tinjauan kurikulum bersama stakeholder, alumni, dan mahasiswa pada (23/06) di Gedung pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi secara online melalui platform zoom meeting. Dalam pertemuan ini, dihadiri beberapa stakeholder diantaranya Bapak Dr. Darmaputra, M.Pkim, yaitu sekretaris Prodi Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Bapak Dr. Hurmaini, M.Pd Kepala MA Laboratorium Kota Jambi. Alumni yang hadir yaitu Abul Walid, M.Pd (Dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi), Mardiana, S.Pd.I, M.Pd
(WD 1 FTK IAI Muhammad Azim Kota Jambi), Munajib, M.Pd. (Owner Bimbingan Belajar Tes Polri dan sekolah kedinasan dan guru SMA N 1 Kota Jambi), Aisyah, S.Pd.I, M.Pd (Kaprodi Pend. Mat Unbari), dan Masyudin Nur, M.Pd. (Guru Ash Shiddiqi Kota Jambi). Mahasiswa yang hadir diantaranya Rts Indah, Ikram Ramadhan, dan Nurzaidah.

Dalam kegiatan diskusi, Bapak Dr. Darmaputra selaku stakeholder menyampaikan pendapat bahwa prodi perlu untuk meninjau kembali struktur kurikulum apakah ada komposisi tugas akhir yang berkaitan dengan profil lulusan.
“Buatlah kurikulum yang dekat dengan sekolah, karena seringnya terjadi perubahan kurikulum sekolah. Prodi perlu memperhatikan kebutuhan mahasiswa 10 tahun ke depan. Pengelolaan matematika digital dan lierasi digital, implementasi matematikannya seperti apa dalam pembelajaran juga perlu diperhatikan,” jelasnya.

Lebih lanjut Dr. Hurmaini, M.Pd. juga menyampaikan pendapat perlu adanya penguatan IT, karena masih ketinggalan dan juga perlu memperhatikan penelitian kualitatif yang dilakukan mahasiswa karena masih perlu dibenahi. Selain itu, alumni juga memberikan saran dan masukan yaitu salah satunya oleh Abul Walid, M.Pd yang menyatakan kurikulum di sekolah sering berubah dan sekarang berbeda. Misalnya tahun 2006-2010 dengan 2022 baik dari segi konten, MK, dan SKS.

Penguasaan konten terutama MK yang berkaitan dengan sekolah merupakan yang terpenting. Jika akan lanjut kuliah kembali, kemampuan literasi IT juga kemampuan berbahasa perlu ditekankan dalam MK di prodi. Untuk praktek di lapangan juga perlu mengkaji teori yang bisa diterapkan. Selain itu, Munajib, M.Pd juga memberikan saran apakah profil lulusan ada poin eduprenuership. Adakah MK yang sudah mengarah kesana, ini perlu diperhatikan. Profil lulusan eduprenuer sangat bagus mengingat sesuai kebijakan pemerintah bahwa tidak adanya perekrutan ASN dalam waktu dekat melainkan P3K. Hal ini juga bisa memotivasi mahasiswa bahwa setelah lulus mereka bukan hanya bisa masuk di sekolah pemerintahan melainkan bisa diluar pemerintahan juga.