Mahasiswa semester VII Prodi Tadris Matematika hari ini (14/11) mengikuti kegiatan praktikum pendalaman materi. Aplikasi Maple, Geogebra POM QM, dan Tora. Praktikum dilksanakan di Gedung Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UTIPD) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Acara berlangsung tiga hari sampai tanggal 16 November 2022.
Ketua Prodi Tadris Matematika, Ali Murtadlo MS., M.Ag., membuka acara pada jam 08.00. Dalam sambutannya, kaprodi menyatakan bahwa praktikum pendalaman materi ini merupakan kegiatan rutin prodi. Melalui praktikum diharapkan mahasiswa lebih siap untuk menyiapkan generasi 4C. Critical thinking, Creative, Collaborative, dan Communicative. Selain itu, praktikum ini sekaligus mengingatkan tugas pendidik dan calon pendidik untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi zamannya. Li zamanin ghaira zamanikum, tutur kaprodi mengutip hadits Nabi saw.

Praktikum diikuti oleh 71 orang mahasiswa, dibagi menjadi dua kelas. Selamatiga dua di kelas, masing-masing kelas mendalami materi aplikasi Maple dan Geogebra. Satu hari berikutnya peserta bergabung dalam satu kelas untuk mengikuti aplikasi POM QM dan TORA.
Nara sumber praktikum didatangkan dari Universitas Negeri Jambi (Unja) sebanyak 2 orang. Niken Rarasati, M.Si dan Cut Multahadah, M.Pd. Niken menyampaikan materi Pemanfaatan aplikasi Maple sebagai Alat Bantu Penyelesaian Masalah Matematika. Sedangkan Cut Multahadah menyampaikan materi Pembelajaran Matematika Geometri secara Realistis dengan APlikasi Geogebra.
Di samping itu, pada praktikum kali ini dosen Prodi Tadris Matematika juga menjadi nara sumber. Hedia Rizki, M.Pd. yang menyampaikan materi Aplikasi POM QM dan TORA sebagai penyelesaian Permasalahan Program Linier.
Hadir turut menyukseskan kegiatan itu, para dosen Prodi Tadris Matematika. Antara lain Dr. Yusmarni, M.Pd., Dr. Michrun Nisa Ramli, M.Pmat, Meirisa Sahanata, M.Pd, Elis Muslimah Nuraida, M.Pd.
Catatan menarik dari pelaksanaan praktikum ini, peserta mengikuti kegiatan secara aktif dan antusias. Tidak hanya itu, mereka saling bekerjasama menjadi “tutor sebaya” agar semuanya bisa dan bisa semuanya.
