TINJAUAN KURIKULUM PRODI TADRIS MATEMATIKA BERSAMA ALUMNI, STAKEHOLDER, DAN MAHASISWA

• 4 menit baca
TINJAUAN KURIKULUM PRODI TADRIS MATEMATIKA BERSAMA ALUMNI, STAKEHOLDER, DAN MAHASISWA

Jambi, 23 Oktober 2026 – Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melaksanakan kegiatan Tinjauan Kurikulum bersama alumni, stakeholder, dosen, dan mahasiswa pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting sebagai forum untuk menghimpun masukan dan mengevaluasi relevansi kurikulum dengan perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika pembelajaran matematika di sekolah.

Diskusi ini menjadi ruang kolaborasi antara program studi dan para pemangku kepentingan untuk memastikan kurikulum terus berkembang sesuai kebutuhan. Peserta menyoroti bahwa kurikulum Tadris Matematika telah memiliki fondasi yang baik, terutama dalam pemanfaatan teknologi. Namun, penguatan kompetensi digital, keterampilan hidup, inovasi pembelajaran, dan kemampuan akademik tetap perlu menjadi perhatian.

Penguatan Teknologi Digital dan Kecerdasan Buatan
Tiara Defistri, S.Pd., selaku alumni, menyampaikan pentingnya pengembangan life skill serta kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran. Calon pendidik juga perlu memiliki keterampilan mengedukasi masyarakat melalui media daring dan mampu berperan sebagai edukator yang adaptif.
Imam Khadavi, S.Pd., menilai kurikulum Tadris Matematika sudah baik dan terintegrasi dengan teknologi. Pengalaman mengajar menggunakan GeoGebra menjadi contoh pemanfaatan aplikasi digital untuk membantu menjelaskan konsep matematika secara visual dan interaktif. Ega Dwi Sahputri, S.Pd., turut mengapresiasi kecepatan program studi dalam mengikuti perkembangan teknologi. Ia juga menekankan perlunya penguatan coding dan pemanfaatan perangkat berbasis web untuk pembelajaran.
Masukan dari pimpinan UPPS dan stakeholder juga menyoroti optimalisasi GeoGebra, AI, augmented reality/virtual reality (AR/VR), dan Learning Management System (LMS). Usulan penguatan bahan kajian atau kemungkinan penambahan mata kuliah terkait teknologi dan digitalisasi matematika dapat ditelaah lebih lanjut berdasarkan kebutuhan akademik dan struktur kurikulum.

Pembelajaran Inovatif, STEAM, dan Kearifan Lokal
Cahyo Firmansyah, S.Pd., mengusulkan penguatan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) serta kemampuan berpikir matematis. Pendekatan tersebut dapat mendorong mahasiswa merancang pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berkaitan dengan persoalan nyata.

M. Nasiruddin FA, M.Pd., menyoroti keterkaitan teknologi dan budaya. Sementara itu, Dr. Fadlilah, M.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran matematika perlu terintegrasi dengan teknologi tanpa mengabaikan kearifan lokal. Penguatan etnomatematika dan budaya Nusantara dapat membantu menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan siswa, sekaligus menjadikan matematika lebih menarik dan mudah dipahami.

Masukan stakeholder juga mencakup integrasi nilai-nilai Islam dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi, pengembangan Islamic edupreneurship dan media komersial Islami, serta penguatan daya saing global melalui Mathematical English dan pemahaman asesmen internasional seperti PISA/TIMSS.

Masukan stakeholder juga mencakup integrasi nilai-nilai Islam dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi, pengembangan Islamic edupreneurship dan media komersial Islami, serta penguatan daya saing global melalui Mathematical English dan pemahaman asesmen internasional seperti PISA/TIMSS. Masukan ini menegaskan bahwa pengembangan kurikulum perlu berjalan seiring dengan penguatan karakter Islami dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Mustofa, M.Pd., selaku pengguna lulusan dari Yayasan Amir Ash-Shiddiiqi yang juga bertugas sebagai Kepala Bidang Humas, menekankan bahwa nilai-nilai Islam perlu diintegrasikan dalam setiap kegiatan tridarma perguruan tinggi. Ia juga mengusulkan agar bahan kajian kurikulum memuat teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan (AI), sehingga lulusan mampu merespons perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Nanang Sriyadi, M.Pd., pengguna lulusan dari SMP Negeri 36 Muaro Jambi, memberikan masukan mengenai penguatan bahan kajian Etnomatematika dan Kearifan Lokal Nusantara serta Islamic Edupreneurship dan Media Komersial Islami. Ia juga menyoroti pentingnya integrasi materi koding dalam pembelajaran matematika agar mahasiswa memiliki bekal keterampilan digital yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.

Media Edukasi Kreatif dan Penguatan Karya Ilmiah
Vionika Martius, perwakilan mahasiswa, mengusulkan pemanfaatan video edukasi berdurasi singkat atau short reel untuk menyampaikan materi matematika secara menarik. Pengembangan konten tersebut perlu disertai perhatian terhadap keabsahan informasi, sehingga media edukasi yang dihasilkan tetap akurat dan dapat dipercaya. Diskusi juga menekankan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri digital.
Fadhia Aliva Wibowo, M.Pd., mendorong peningkatan produktivitas artikel ilmiah serta penguatan mata kuliah yang mendukung keterampilan menulis karya tulis. Hal ini diharapkan dapat membangun budaya akademik dan mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan matematika.

Arah Tindak Lanjut Kurikulum
Berbagai masukan dalam kegiatan ini menjadi bahan evaluasi bagi program studi untuk menelaah kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan alumni, pengguna lulusan, mahasiswa, dan perkembangan pendidikan matematika. Arah pengembangan yang mengemuka meliputi penguatan AI dan teknologi digital, GeoGebra, coding, STEAM, etnomatematika, media edukasi, keterampilan komunikasi, nilai-nilai Islam, serta penulisan artikel ilmiah.
Melalui tinjauan kurikulum yang dilaksanakan secara daring ini, Prodi Tadris Matematika berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan alumni dan stakeholder dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Masukan yang terhimpun akan menjadi bahan pertimbangan dalam kajian akademik lanjutan agar lulusan semakin kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, berkarakter Islami, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *